Danies : tapi dad itu tak sburuk yang dady kira .
Willy : aku tak tahu apa semua maksudmu ini. dank au tak perlu jelaskan hal itu hanya satu yang perlu kau tau kau sudah mengotori nama dady yang udah lama dady bangun secara susah payah danies? bagaimana anggapan orang tentang dadi mu ini, aku seorang ayah yang tak berhasil membesarkan anakmu sndiri tanpa mamimu.
Danies : aku tapi semua akibat ini dadi tapi aku tetap tak bisa kuliah di kampus itu. karena danies harus ketemu sama dua sejoli yang sedang bercinta. mereka adalah dua orang yang danis sayang sekaligus penghianat. danies bisa kok pegang salah satu hotel dady buat ngebuktiin kalo danis bisa melakukan sgalanya tanpa perlu setiap hari ke kampus
Willy : (lemas) kalau memang itu keputusanmu dan itu maumu akan ayah tikuti. namun sebenarnya dady ingin melihatmu di wisuda nis. tapi kau tak bisa lakukan smua itu untuk dadymu ini.
Danies : dady! .
Willy : kau ingat nis hotel pertama kepunyaan ayah dan teman ayah Pak Dony?
Danies : tentu dad masa aku lupa dengan hotel bersejarah itu. apalagi namanya memakai namaku.
Willy : uruslah hotel itu.
Danies : apa? aku harus mengurus hotel bobrok itu?
Willy : iya. kau kan sudah janji kepada dady dan kau mau menyanggupinya ?
Danies : tapi apa yang harus aku harapkan dari hotel yang bobrok, ga modern dan keuangannya pun selalu menurun setiap saat ?
Willy : dady percaya kau bisa menjadikan hotel itu seperti dulu, pernah sukses sebelum hotel – hotel papa pun menjulang sukses.
Danies : kenapa dady ga jual saja hotel itu kepada orang lain bereskan ?
Willy : hey gadis manis dady ingat hotel itu bersejarah bagi kita, dan hotel itupun menjadi mata pencaharian keluarga Pak Dony tega kamu nak ?
Danies : tidak. tapi masa sih aku harus mengurus hotel yang jelas sudah tidak ada Willy yang perlu di harapkan.
Willy : cobalah dulu nak! itu akan menjadi pelajaran untukmu. dady percaya kamu bisa karena kamu anak dady yang pintar (sambil menggoda danies)
Danies : ya sudahlah kalau itu pilihan terakhir.
Willy : sekarang siapkan peralatan, baju-baju dan semua yang kamu butuhkan di sana, kamu akan pergi besok pagi di antar pak Andi.
Danies : siap dad !!
Willy : sekarang kita lanjutkan makan.
Danies : bi minumnya
Bibi : iya non
Danies : sama jeruknya
Bibi : iya non
Willy : (menggelengkan kepala) dasar anak manja.
Ke esokan paginya danies yang sudah cantik bersiap di depan rumah.
Danies : Mang Andi ayo kita pergi
Mang Andi : Tapi non kita kan pergi jam 10 ?
Danies : Mang Andi anter dulu danies ke ATM trus kita pulang lagi
Mang Andi : Siap non.
Danies bersama mang Andi pergi ke ATM untuk mengambil uangnya karena Danies
tau dady ga akan ngasih atm, credit card, dan uang untuk ia tinggal di hotel yang menurut
danies ia tak akan betah tinggal disana .
Danies : (bertanya dalam hati) Uang 58 juta cukup nggak yah buat biaya aku tinggal di hotel bobrok itu?
Willy : Nis kamu udh siap sayang ?
Danies : (turun tangga) iya dad.
Willy : Jangan ada yang ketinggalan yah! nanti kamu repot lagi.
Danies : Udah ko dad, aku udah siapin semuanya secara matang.. tang.. tang..
Willy : Ya sudah, ayo cepat kamu pergi nanti kamu kena macet di jalan lagi.
Danies : iya iya dadyku tercinta. bye dady (melambaikan tangan)
Willy : (melambaikan tangan) Bye baik-baik di sana yah sayang. (monolog)
walaupun udah kuliah tetep aja kekanak-kanakan danies.. danies..
Kesibukkan sudah terlihat di hotel tersebut krisna anak pertama Pak Dony dan putri anak keduanya mereka membereskan hotel yang sudah menjadi rutinitas mereka berdua. Di hotel tersebut ada 3 pelanggan setia hotel tersebut kedua pasangan nenek-kakek yang memang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi pelanggan setia hotel , seorang penulis muda yang mencari ketenangan untuk menghasilkan karya-karyanya.
Krisna : Put, kamu ganti hordeng di kamar 128 sama 130 kata ayah ada tamu istimewa.
Putri : iyah kak.
Krisna : Jangan lupa kamar mandinya di kuras, kakak mau ke took bli kran yang rusak tapi dahulukan kamar 128 yah put.
Putri : Iya kak, tapi sikatnya dimana?
Krisna : Ada di kamar mandi belakang.
Ketika semua sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing terlihat wanita tinggi semampai yang memakai dress cantik dan feminim, rambutnya yang hitam terurai panjang bergelombang menutupi sebagian bahunya sampai ke dada.
Krisna : (monolog) siapa yah? apa hotel sebelah sudah penuh sehingga ada pengunjung secantik dia. Sepertinya aku kenal tapi, syapa yah ?
Danies : Krisna ?
Krisna : Danies ?
Danies : Hallo krisna ? (keheranan)
Krisna : Tumben kamu mengunjungi hotel ini danies. (monolog) apa maksud kedatangan dia yah? apa dia ingin menjual hotel ini?
Danies : Aku hanya ingin mengunjungi hotel saja
Krisna : oh, jadi maksud ayah tamu istimewa itu kau?
Danies : Tamu istimewa ?
Krisna : iya tamu istimewa.
Danies : Biasa aja kali kris, udah yah kris aku mau istirahat, ada kamar yang udah di sedikan ?
Krisna : Tetap saja kamu manja tak pernah berubah dari dulu.
Putri : Ayo teh danies saya antar ke kamarnya.
Danies : Makasih put, tambah cantik aja kamu put.
Putri : Ah, teh danies mah bisa aja. Jadi malu putrid teh.
Danies : Put,put ga berubah kamu tetep polos.
Terlentang danies di atas kasur reot yang umurnya sudah cukup lama. Danies menatap bangunan yang menurut dia seperti kandang kuda yang rapuh dan tak bisa di ambil keuntungannya.
Danies : (monolog) apa masih ada yang mau menginap di hotel yang reot ini? Hotel yang ga ada warna, kusam dan bau. Memang benar seharusnya Dady menjual saja hotel ini tanpa berfikir inilah itulah. Sepertinya niat ku sudah bulat untuk bisa membenarkan semua kesalahan yang selama ini tertunda.tapi caranya gimana? Sudahlah sebaiknya aku mandi saja .
terdengar jeritan yang kuat dari kamar Danies.
Danies : arrrrrrrrrrrrrggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhh . . . . .
Krisna : Danies !!!
Putri : Teh Danies !!!
Masuk ke kamar Danies
Krisna : Ada apa nis ?
Putri : Aya naon teh danies teh ?
Danies : ( ketakutan) itu… itu… itu… kecoaaaaaaaaaa .
Putri : ahh teh putri mah ngan cucunguk wae sieun .
Danies : Masa di hotel ada Kecoa.
Krisna : Ya sudahlah nis . Put bereskeun aa mau ke dapur dulu .
Putri : Punten teh .
Kejadian seperti ini sering terjadi. Hampir setiap hari terjadi dari mulai kipas angin rusak, jendela ga bisa di tutup, dan banyak lagi.
danies : (teriak untuk yang kesekian kalinya) aaaarrrrrrrrrrggghhhhhhh krisna, putri !!
krisna : Ada apalagi sih nis ?
danies : (memakai anduk setengah badan dan banyak busa di kepala)kerannya ga nyala, aku kan belum beres keramas. Liat aja busanya masih banyak di rambutku gimana sihh !!!
Krisna : kitu wae hese. boleh saya liat nyonya muda ?
Danies : kerannya tuh.
Krisna : dasar nyonya muda Cuma tinggal di putar sedikit nyala lagi kan ?
Danies : itu kan menurut kamu !!!
Krisna : (geram) Mau kamu datang kesini apa sih ? mau ngejelek jelekin hotel ini trus kamu bilang ke abahmu kalo hotel ini jelek, ga ada yang di harapkan trus kamu minta ayah kamu buat jual hotel ini? ingat yah saya dan semua keluarga ga akan menjual hotel ini walaupun hanya sepetak tanah pun.
Danies terdiam mendengar perkataan Krisna yang sepengetahuan dia Krisna tidak pernah marah semarah ini walau dia mengakui kalo ia sering membuat Krisna jengkel setengah mati kepadanya.
Danies : Kris, (monolog) ahhh kenapa aku harus minta maaf, aku kan ga punya salah apa-apa sama dia, lempeng ahh.
Putri : The danies sedang apa di situ? mau antar putrid ke pasar?
Danies : jauh ngga ? daerah mana ?
Putri : ga jauh kok teh. Mau ?
Danies : boleh, dari pada di sini cape hate.
Putri : tolong bawa keranjangnya ya teh !
Krisna : Dasar anak manja bisanya ngerepotin aja. ( tiba-tiba ada telepon) iya selamat siang dengan siapa?
Willy : Ini om willy Krisna.
Krisna : ou, om willi ada apa om ?
Willy : nggak ada apa-apa om Cuma mau ngasih tau (willy menceritakan maksud danies dan semua cerita danies kepada kris) kamu mengerti kan kris? om titip danies ya kris.
Krisna : iya om.
Willy : ya sudah makasih ya kris!!
Krisna : sama-sama om
Sepulang dari pasar.
Krisna : ini buku keuangan hotel, kamu pelajari lalu perbaiki.
Danies : apa maksudmu?
Krisna : kau ke sini kan untuk kerja bukan ?
Danies : enak saja kau bicara?
Krisna : Dadymu suda menjlaskan semuanya.
Danies : apa dady telepon? kenapa kamu ga bilang ?
Krisna : beliau menghubungi saya saat kamu ke pasar bersama putri tadi.
Danies :(muram) iyah akan aku perbaiki.
Malamnya….
Krisna : Danies mau ikut gak?
Danies : kemana?
Putri : Pasar malam.
Danies :(semanagat) Ikuuuuuuuuuuuttttttttttt ….
Krisna : ganti bajumu.
Danies : tunggu 15 menit.
Putri : Jangan lama-lama teh.
Danies :(monolog) iya bawel.
sesampai di pasar malam….
Danies : wah ramee banget. Udah lama ga ke tempat kaya gini.
Putri : teteh udah lam ya ga ke sini.
Danies : iya put.
Krisna : kebanyakan di kota sih.
Danies : (sinis) apa sih ganggu .
tiba-tiba datang 3 badut lucu yang sedang hamil.
Danies : lucu banget. Kita nari nari yuk?
badut 1 : (tangan di dada) boleh hayu neng.
Badut 2 : ehh enak aja kita kan ga bisa dance
Badut 3 : ekhemmp neng kenalin nama saya Ahmad Solihin Wirya Nutnum
Badut 1 dan 2 : naon ? Nutnum? iraha maneh ganti ngaran.
Badut 3 : eh pan si suchao the laneuk abdi. jadi name tukang abdi nutnum.
Badut 1 dan 2 : naon ?
Badut 1 : pan ngaran bapa maneh mah Solihin.
Badut 2 : sok ngaku ngaku da si somat mah!!
Badut 3 : eh kela awewe nu tadi kamana?
Badut 1 dan 2 : kamana nya ?
Badut 3 : maneh da rebut wae.








0 komentar:
Posting Komentar